KAPOLRES BANTAH ADA MENINGGAL KARENA BANJIR DI BARRU

Kapolres Barru Bantah Ada Korban Meninggal Karena Banjir.

22 Januari 2019 – 14:30
Toberru.com, BARRU – Kabar tentang adanya korban tewas karena terseret banjir dibantah oleh Kapolres Barru AKBP Burhaman, Selasa (22/1/2019).

Burhaman mengatakan orang yang meninggal di Tanete Riaja seperti kabar yang beredar bukan akibat banjir. Menurutnya almarhum meninggal karena jatuh terpeleset.

“Ada satu orang di Tanete Riaja yang meninggal tapi bukan karena banjir tapi karena yang bersangkutan memang sakit lalu turun ke lantai satu kakinya terpeleset dan terjatuh akhirnya meninggal namun sekali lagi bukan akibat banjir,” kata Burhaman kepada Sulselsatu.com

Ia mengurai jika apa yang diberitakan sebelumnya adanya kekeliruan, maka perlu diluruskan kebenarannya.

“Mohon diluruskan yang pasti korban meninggal bukan karena banjir,” ujarnya

Kapolres Barru bersama Bupati Barru Suardi Saleh terjun langsung melihat lokasi banjir dibeberapa kecamatan. Bahkan keduanya sempat menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat yang terkena dampak banjir.

Bupati Barru Suardi Saleh meninjau langsung lokasi banjir yang terjadi di wilayah Kecamatan Tanete Riaja, Selasa (22/1/2019).

Dalam tinjauanya, Suardi didampingi Kepala Dinas PUPR Barru Herman Jaya, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKAD) Kabupaten Barru Abubakar, Kepala Dinas Perizinan Barru Syamsir.

Hujan yang terus mengguyur Barru sejak Selasa dini hari berdampak pada air sungai di Tanete Riaja meluap hingga menutup jalan poros Barru-Soppeng.

Suardi Saleh mengatakan saat ini semua tim sudah turun di lokasi banjir, paling penting jembatan gantung di Pesse Desa Lompo Tengah yang nyaris ambruk ini agar segera dibersihkan dari tumpukan sampah dan potongan kayu.

“Iya semua sudah saya intruksikan untuk penanganan banjir ini, termasuk alat berat. Bahkan sampah dan potongan kayu yang berada di jembatan gantung itu agar segera dibersihkan,” kata Suardi kepada Sulselsatu.com disela kunjungannya.

Ia menyebut beberapa titik banjir yang cukup parah itu berada di Kading, Ralla, Lompo Tengah dan Desa Lempang.

“Banjir ini sampai di jalan, kami imbau agar warga tetap waspada terlebih bagi yang ingin melakukan aktifitas perjalanan lewat jalan ini. Makanya semua pihak terkait untuk bisa bersiaga dilokasi-lokasi banjir,” ujarnya

Diketahui, banjir mulai memasuki kawasan rumah warga dini hari sekitar pukul 03.00 Wita, ketinggian air hingga paha dewasa, selain rumah dan lahan pertanian, sekolah dasar juga ikut terendam banjir.(sumber : sulselsatu,com)