CARA MENJAGA KESEHATAN JANTUNG

Cara Menjaga Kesehatan Jantung

Gaya hidup yang sehat adalah kunci jantung yang sehat. Jantung adalah otot vital yang mengantarkan gizi ke seluruh tubuh Anda. Seperti otot lainnya, jantung perlu dijaga dengan olahraga yang teratur. Anda perlu menghentikan sebanyak mungkin kebiasaan berisiko. Bagi beberapa orang, itu berarti mengubah banyak sekali aspek dalam kehidupan sehari-hari mereka. Akan tetapi, Anda tetap akan mendapatkan manfaat besar walaupun hanya mengurangi beberapa faktor risiko kesehatan jantung.

Berhentilah merokok.

Merokok meningkatkan risiko serangan jantung. Baik tembakau maupun nikotin mengandung berbagai bahan kimia yang berbahaya bagi sistem peredaran darah dan jantung. Semua bahan kimia ini dapat mengakibatkan aterosklerosis. Aterosklerosis adalah penumpukan plak kolesterol, lemak, dan kalsium dalam sistem peredaran darah Anda, yang menyebabkan penyempitan arteri dan pengurangan aliran darah.[1]
Karbon monoksida yang terkandung dalam asap rokok juga terkait dengan tingkat mortalitas dan morbiditas.[2] Karbon monoksida mengganggu struktur oksigen. Dengan demikian, jantung Anda terpaksa bekerja lebih keras untuk menyuplai oksigen tambahan. Penyempitan arteri serta tekanan berlebih di jantung dapat menyebabkan serangan jantung. Satu-satunya cara untuk menghentikan tekanan pada jantung ini adalah dengan berhenti merokok.
Di Indonesia, setiap jam ada 46 orang yang meninggal akibat rokok.[3] Menurut Kementerian Kesehatan, 1 dari 5 kematian kematian kanker di dunia adalah karena kanker paru, yang 70% disebabkan oleh kebiasaan merokok.

Berolahragalah secara rutin setiap hari. Salah satu cara untuk menguatkan otot adalah dengan olahraga, begitu juga untuk jantung Anda. Berikut ini adalah rekomendasi Asosiasi Jantung Amerika Serikat:[5]
Olahraga aerobik intensitas sedang selama 30 menit per hari. Olahraga ini akan memperlancar peredaran darah dalam tubuh dan meningkatkan kesehatan jantung. Idealnya dilakukan 5 hari (150 menit) per minggu.
Atau: olahraga aerobik intensitas tinggi selama 25 menit per hari. Lakukan setidaknya 3 hari per minggu, agar total mencapai 75 menit per minggu.
Selain olahraga aerobik, praktikkan juga latihan beban setidaknya 2 hari per minggu.
Buatlah rutinitas yang sehat. Mulailah dengan apa yang dapat Anda tangani, kemudian tingkatkanlah kesulitan secara sistematis sesuai kemampuan Anda. Kalau latihan Anda terlalu berat, jantung Anda malah akan menderita. Jika Anda punya masalah kesehatan, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan seorang dokter sebelum memulai berolahraga.

Jaga berat badan yang sehat. Kalau berat badan Anda berlebih, jantung Anda perlu bekerja lebih keras untuk menjaga detak jantung normal. Tekanan berlebih terus-menerus ini dapat berujung pada masalah kesehatan jantung di masa depan. Anda dapat mengurangi berat badan yang menyulitkan jantung dengan olahraga dan diet yang sehat. Masalah jantung yang dapat timbul dari kondisi kelebihan berat badan ada banyak, di antaranya yaitu:[6]
Penyakit jantung koroner: sebuah penyakit akibat penimbunan plak di dalam arteri yang terhubung dengan jantung. Penimbunan plak ini menyebabkan penyempitan arteri serta mengurangi aliran darah. Dengan demikian, jumlah oksigen yang disuplai ke seantero tubuh Anda pun berkurang. Jantung Anda perlu bekerja lebih keras untuk mengirimkan darah melewati saluran yang sudah sempit itu, menyebabkan angina (sakit dada akibat deprivasi oksigen) atau bahkan serangan jantung.
Tekanan darah tinggi. Karena jantung Anda perlu memompa lebih keras agar dapat mengirimkan jumlah oksigen dan gizi yang cukup ke seluruh tubuh, saluran jantung dan jantung Anda akan rusak seiring jalannya waktu. Risiko tekanan darah tinggi Anda lebih besar apabila Anda mengidap obesitas atau kelebihan berat badan.
Stroke. Jika plak yang tertimbun dalam arteri Anda pecah, plak ini dapat menyebabkan terbentuknya gumpalan darah. Kalau gumpalan darah ini terbentuk dekat dengan otak, otak Anda takkan mendapatkan suplai darah dan oksigen, dan mengalami stroke.

Lakukan pengecekan tekanan darah dan tingkat kolesterol secara teratur. Dengan demikian, Anda akan mengetahui dengan jelas kesehatan jantung Anda dan dapat langsung menangani masalah yang mungkin timbul.
Cek tekanan darah Anda. Anda perlu mengecek tekanan darah secara teratur setiap dua tahun. Kalau tekanan darah Anda di atas 120/80, dokter mungkin akan menyarankan pengecekan tekanan darah setiap tahun (atau lebih dekat, tergantung pada tekanan darah Anda serta riwayat lain seperti masalah ginjal, penyakit jantung, dll.)[7] Tempat kerja atau apotek Anda mungkin juga menyediakan mesin pengecek tekanan darah otomatis.

Gunakan alat tersebut sesering yang Anda inginkan, untuk menjadi catatan tambahan ketika Anda berkonsultasi dengan dokter. Apabila tekanan darah Anda di atas 140/90 dan dokter Anda belum tahu, Anda perlu secepat mungkin berkonsultasi dengan dokter.

Cari tahu tingkat kolesterol Anda. Semua orang laki-laki di atas umur 34 tahun harus dicek kolesterolnya setiap lima tahun. Pengecekan tingkat kolesterol dilakukan dengan mengambil sampel darah dan mengetesnya di laboratorium. Dokter akan menjelaskan hasilnya kepada Anda. Jika Anda memiliki faktor risiko yang menyebabkan kecenderungan tingkat kolesterol tinggi yang besar, sebaiknya Anda dicek mulai dari umur 20 tahun. Termasuk dalam faktor risiko ini adalah riwayat kesehatan keluarga kecil atau riwayat diabetes atau penyakit jantung.[8] Tergantung pada hasilnya, dokter mungkin akan meminta Anda lebih sering melakukan pengecekan tingkat kolesterol.

Hindari stres berlebihan. Stres berperan besar dalam kesehatan jantung Anda. Stres yang tinggi melepaskan hormon kortisol dan adrenalin, yang menaikkan tekanan darah dan tingkat kolesterol. Perilaku yang menyebabkan stres dapat memengaruhi kesehatan Anda secara negatif, yang dapat berujung pada kebiasaan merokok yang lebih banyak, minum alkohol yang lebih banyak, makan terlalu banyak, dan tidak berolahraga. Perilaku-perilaku semacam itu akan memengaruhi kesehatan jantung Anda secara negatif.

Anda dapat mengurangi stres dengan berolahraga, mengubah diet, serta berhenti merokok dan minum kopi. Ada baiknya semua hal tersebut Anda lakukan, terutama kalau sedang stres.

Jaga kesehatan jiwa Anda. Gangguan jiwa tertentu, seperti depresi, gangguan kegelisahan, gangguan bipolar, serta gangguan obsesif kompulsif, dapat mengganggu kesehatan jantung Anda. Gejala gangguan-gangguan tersebut di antaranya adalah makan berlebih atau makan sedikit, perasaan apatis, tidak berolahraga, stres, tekanan darah yang lebih tinggi, dan berbagai gejala lainnya yang mengganggu kesehatan jantung Anda.

Kalau Anda didiagnosis mengalami gangguan jiwa atau Anda merasa mengalami gangguan jiwa, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter. Hanya dokter yang dapat mengobati gangguan jiwa yang Anda alami serta menentukan pengaruhnya bagi kesehatan fisik Anda.